Diawali dengan ucapan syukur dan khidmat atas nikmat Allah SWT. Ust Muhajir membimbing kami mengikuti kata-katanya, yakni sebagai berikut :

“IMAN. AMANAH. AMAN”

Orang yang berIMAN, pasti akan AMANAH. Orang yang AMANAH, pasti hidupnya akan AMAN. Kami dengan saksama mengulangi kalimat abah, begitu sapaan akrabnya. Abah Muhajir merupakan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibn Khaldun Bogor yang pada kesempatan ini rela menyisihkan waktunya untuk membina kami dalam Pembinaan Beasiswa Cendekia BAZNAS dengan tema “Menulis Bijak di Media Sosial” dengan tagline Karena Menulis bukan Hanya tentang Merangkai Kata.

Pembinaan lebih bersifat kepada sharing session yakni abah Muhajir memberikan kami 2 pertanyaan sebagai berikut : 1. Apa yang akan anda lakukan dengan beasiswa yang didapatkan, tujuan, dan memanfaatkkan beasiswa ini untuk apa? 2. Prospek hidup untuk 7 tahun kedepan anda ingin jadi apa? Jelaskan bagaimana cara untuk meraihnya!

Masing-masing dari kami menuliskan jawaban tersebut dengan bahasa tulisan dan dibacakan di hadapan teman-teman secara bergiliran. Dari kegiatan tersebut abah memberikan banyak masukan untuk pemilihan kata yang baik dalam menulis. Abah mengoreksi tiap-tiap untaian kata keliru yang kami tuliskan. Setelah membacakan hasil dari tulisan kami secara bergiliran, abah Muhajir menjelaskan tentang komunikasi. Karena menulis, merupakan bagian dari komunikasi. Apalagi, kami harus bijak dalam merangkai pun menuliskan kata demi kata di media sosial. Salah-salah, kami akan dikenakan UU ITE jika tidak bijak dalam menulis di media yang rekam jejaknya mustahil hilang itu.

Abah menyampaikan bahwa kita harus memiliki R E A C H dalam komunikasi (Respect, Empaty, Audible, Clarity, Humble). Karena R E A C H merupakan prinsip dari komunikasi efektif. Respect, yang berarti kita harus care pada lawan bicara kita, kita harus membuat lawan bicara kita merasa nyaman saat berkomunikasi. Respect menjadi prinsip utama dalam suksesnya komunikasi yang efektif. Kemudian ada Empaty, ada ungkapan yang menyatakan bahwa “orang yang memiliki empaty akan selalu disukai dimanapun dan diterima dimanapun”. Empaty berarti memposisikan bahwa diri kita yang menjadi lawan bicara kita. Kita sudah memikirkan bagaimana respon lawan bicara kita jika kita mengatakan A atau B. Audible, artinya mudah didengar dan dipahami. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita bicarakan terdengar dan dapat dipahami oleh lawan bicara kita. Konsonan kata yang kita lafadzkan haruslah jelas. Intonasi pun harus seirama dan sesuai. Clarity dan Humble, kita harus senantiasa mengedepankan akhlak dan adab.

In Syaa Allah, komunikasi yang ingin kita sampaikan akan mudah diterima jika akhlak kita baik. Akhirnya, komunikasi dikatakan efektif apalagi segala aspek dalam prinsip-prinsip komunikasi dapat terlaksana. Baik, yang menyampaikan pesan, yang menerima pesan, media pesan, isi pesannya, dan feedback atau respon. Komunikasi efektif terjalin jika saling memahami pesan yang disampaikan. Wallahu’alam…

by : Intan (mahasiswa BCB Universitas Ibnu Khaldun Bogor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>